WELCOME TO MY BLOG

Sunday, July 5, 2015

Rio Haryanto Menang di Silverstone!


http://assets.kompas.com/data/photo/2015/07/05/
Pebalap Campos Racing asal Indonesia, Rio Haryanto (depan), memacu mobilnya pada balapan pertama (feature race) GP2 Inggris di Sirkuit Silverstone, Sabtu (4/7/2015).

Pebalap muda Indonesia, Rio Haryanto, untuk kali ketiga menjuarai sprint race pada persaingan GP2 Series 2015. Rio berhasil finis pertama pada balapan kedua GP2 Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu (5/7/2015).

Rio melesat cepat dari pole position saat start dilakukan. Pada putaran kedua dari total 21 lap balapan, pebalap Campos Racing tersebut mencatat waktu putaran tercepat dengan 1 menit 42,636 detik. 

Pada akhir lap keempat, Rio unggul 3 detik atas Raffaele Marciello. Sementara itu, Stoffel Vandoorne, yang start dari posisi keenam, tersisih ke urutan kesembilan.

Salah satu pesaing Rio, Alexander Rossi, mendapat penalti pengurangan lima detik karena pelanggaran saat melewati Alex Lynn pada putaran awal balapan.

Rio mempertahankan posisinya pada balapan yang tidak memakaipit stop tersebut. Pada akhir lap kesembilan, pebalap 22 tahun tersebut unggul 3,1 detik atas Marciello.

Marciello berhasil memangkas selisih menjadi 2,6 detik dari Rio pada akhir lap ke-14. Namun, Rio tak pernah memberi kesempatan kepada pebalap Trident tersebut lebih dekat lagi. Sementara itu, Pierre Gasly bertahan di posisi ketiga.

Rio berhasil mempertahankan posisinya hingga balapan berakhir. Ini merupakan kemenangan ketiganya pada musim ini setelahsprint race Bahrain dan Austria. Adapun Marciello finis kedua, dan disusul oleh Gasly.

Rio memulai sprint race dari pole position setelah finis kedelapan pada balapan pertama (feature race), Sabtu (4/7/2015).

Hasil pada sprint race ini mengantar Rio kembali naik ke urutan ketiga klasemen, setelah kemarin sempat tergeser Sergey Sirotkin yang memenangi feature race. Adapun hingga balapan ini, Vandoorne masih memuncaki klasemen, disusul Rossi di urutan kedua.

Berikut hasil sprint race GP2 Inggris.

1. Rio Haryanto Campos Racing 36:27.949s (21 laps) 
2. Raffaele Marciello Trident + 1.925s 
3. Pierre Gasly DAMS + 4.993s 
4. Alexander Rossi Racing Engineering + 12.589s 
5. Nick Yelloly Hilmer Motorsport + 13.236s 
6. Alex Lynn DAMS + 15.539s 
7. Oliver Rowland MP Motorsport + 15.845s 
8. Sergey Sirotkin Rapax + 16.305s 
9. Stoffel Vandoorne ART Grand Prix + 17.325s 
10. Jordan King Racing Engineering + 17.500s 
11. Robert Visoiu Rapax + 25.119s 
12. Julián Leal Carlin + 25.694s 
13. Richie Stanaway Status Grand Prix + 32.529s 
14. Artem Markelov Russian Time + 33.454s 
15. André Negrão Arden International + 33.699s 
16. Arthur Pic Campos Racing + 34.227s 
17. Jon Lancaster Hilmer Motorsport + 36.112s 
18. Rene Binder Trident + 37.145s 
19. Nobuharu Matsushita ART Grand Prix + 43.172s 
20. Mitch Evans Russian Time + 45.224s 
21. Nathanaël Berthon Lazarus + 45.653s 
22. Marlon Stöckinger Status Grand Prix + 58.353s 
23. Norman Nato Arden International + 63.892s 
24. Sergio Canamasas Lazarus + 80.858s 
25. Johnny Cecotto Jr. Carlin + 88.853s 
26. Daniël De Jong MP Motorsport + 1 laps

Klasemen Sementara
Pebalap 
1. Stoffel Vandoorne ART Grand Prix 170pts 
2. Alexander Rossi Racing Engineering 105pts 
3. Rio Haryanto Campos Racing 91pts 
4. Sergey Sirotkin Rapax 78pts 
5. Alex Lynn DAMS 56pts 
6. Raffaele Marciello Trident 44pts 
7. Pierre Gasly DAMS 42pts 
8. Mitch Evans Russian Time 35pts 
9. Nobuharu Matsushita ART Grand Prix 29pts 
10. Julian Leal Carlin 26pts 
11. Sergio Canamasas Lazarus 23pts 
12. Richie Stanaway Status Grand Prix 22pts 
13. Arthur Pic Campos Racing 21pts 
14. Nick Yelloly Hilmer Motorsport 19pts 
15. Jordan King Racing Engineering 18pts 
16. Nathaneal Berthon Lazarus 16pts 
17. Artem Markelov Russian Time 16pts 
18. Robert Visoiu Rapax 12pts 
19. Norman Nato Arden 6pts 
20. Andre Negrao Arden 3pts 
21. Oliver Rowland MP Motorsport 3pts 

Tim 
1. ART Grand Prix 199pts 
2. Racing Engineering 123pts 
3. Campos Racing 112pts 
4. DAMS 98pts 
5. Rapax 90pts 
6. Russian Time 51pts 
7. Trident 44pts 
8. MP Motorsport 26pts 
9. Carlin 26pts 
10. Status Grand Prix 22pts 
11. Hilmer Motorsport 19pts 
12. Daiko Team Lazarus 16pts 
13. Arden 9 pts

Saturday, July 4, 2015

Masa Suram MiG


http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2014/07/image61-e1405860691931.jpg

Nasib Suram Ikon Perang Dingin 
Ketika era Perang Dingin, pesawat MiG telah menjadi ikon tidak hanya di Soviet tetapi juga begitu tenar di kalangan kekuatan udara Eropa. Tetapi saat ini MiG telah dalam situasi sulit yang sepertinya hanya waktu yang akan menjawab apakah salah satu desainer pesawat yang paling terkenal di dunia ini bisa bertahan atau tidak. Dalam beberapa tahun terakhir MiG telah jatuh dalam situasi sulit. Meskipun MiG saat ini masih terbang di hampir 30 angkatan udara di dunia, namun perusahaan belum memenangkan kompetisi desain besar atau menjual pesawat baru sejak pasca-Soviet. Rusia merupaka eksportir senjata terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat, dan perusahaan pesawat secara substansial menyumbang US$ 4,4 miliar dari total ekspor negara pada 2014 sebesar $ 13 miliar, menurut data yang dikumpulkan oleh konsultan industri pertahanan IHS. Meskipun MiG mampu mengamankan sepotong ekspor tetapi kinerja mereka di pasar sejak jatuhnya Uni Soviet telah jeblok dan dengan cepat dilampaui produsen pesawat tempur Rusia lainnya, Sukhoi. Dalam hal penjualan asing Sukhoi telah mendominasi dengan mengekspor 67 pesawat lebih banyak dengan uang yang lebih banyak pula sebesar US$ 7 miliar sejak 1991 dibandingkan MiG. Dalam pertempuran untuk berebut pangsa pasar dengan Sukhoi, MiG telah diganggu oleh kegagalan untuk memenangkan kontrak besar, dikelilingi oleh lingkup terbatas dari penawaran utama, dan ditekan oleh sejumlah kemunduran reputasi. “Tidak ada banyak harapan untuk MiG,” kata Mark Bobbi, seorang ahli jet tempur di IHS. “MiG memang memiliki banyak bisnis pemeliharaan dan upgrade, tetapi pada suatu saat semua akan hilang mengganti MiG-29 mereka dengan pesawat lain,” katanya. Era Perang Dingin hanya satu yang bisa menyaingi reputasi Pesawat MiG. Dan itu bukan pesawat. Karena yang bisa disejajarkan dengan pesawat MiG kala itu hanyalah senapan Kalashnikov. “Ini sebuah fakta bahwa selama era Soviet, pesawat tempur utama tentu saja MiG,” kata Ruslan Pukhov, Direktur Pusat Analisis Strategi dan Teknologi (CAST) yang berbasis di Moskow. Pukhov, mencontohkan film Hollywood “Top Gun” yang menunjukkan MiG memiliki kenangan tinggi di komunitas penerbangan Barat. Perusahaan ini dinamai dengan desainer pesawat Soviet Artyom Mikoyan dan Mikhail Gurevich, yang merancang pesawat pertama mereka, MiG-1, pada tahun 1939. Pesawat yang paling populer adalah MiG-29, yang menyerupai F-15 AS. MiG-29 dalam pelayanan dengan hampir 30 angkatan udara, dengan biaya per unit sekitar US$ 30 juta per pesawat. Dilibas Sukhoi Tapi nasib biro desain berubah menjadi buruk dengan jatuhnya Uni Soviet pada tahun 1991. Tingkat belanja pertahanan Uni Soviet yang besar memungkinkan MiG dan Sukhoi, pesaing utamanya, bisa hidup berdampingan dan berkembang dalam ekosistem yang sama. Meskipun produk mereka berbeda dalam beberapa hal penting, seperti ukuran, peran tempur dan beban persenjataan, dan ada beberapa tumpang tindih. Menurut Bobbi, MiG dan pesawat Sukhoi di bawah sistem ini “dirancang sebagai pesawat ‘sekali pakai’,” dirancang untuk beroperasi selama 10 tahun dengan sedikit atau tanpa perawatan sebelum mereka dipensiunkan dan diganti dengan semua pesawat baru. Tapi sejarah berubah sehingga pengembangan desain dan produksi pesawat baru tidak jalan setelah runtuhnya Soviet. Departemen Pertahanan Rusia tidak mampu untuk melanjutkan konsep pengadaan pesawat sekali pakai yang sangat boros itu. Akhirnya seperti kebanyakan dari industri pertahanan Rusia, MiG dan Sukhoi juga berpaling ke pasar ekspor asing untuk tetap bertahan. Pada situasi ini MiG akhirnya kedodoran melawan Sukhoi. Sukhoi mendapatkan kontrak besar yang diperlukan untuk tetap hidup. Menurut data IHS, sejak tahun 1991 Sukhoi telah mengeskpor 252 jet tempur dan mencetak uang US$ 15,4 miliar dalam penjualan. Sementara MiG hanya telah mengekspor 185 pesawat dan menghasilkan US$ 8,6 miliar pada tahun yang sama. Maxim Sysoyev, juru bicara United Aircraft Corporation – sebuah perusahaan milik negara yang membawahi MiG dan Sukhoi mengatakan perbedaan dalam unit yang diproduksi dan nilai penjualan keduanya sangat mudah dijelaskan. “Saya ambil contoh pesanan dari India dan China yang sangat membantu Sukhoi dalam mencapai angka-angka ini, sementara MiG memiliki lebih banyak pelanggan ‘kecil’. Plus, Sukhoi juga lebih mahal, karena mereka lebih besar dari MiG,” kata Sysoyev. “Kami tidak akan mengatakan bahwa MiG kalah, saya pikir persepsi ini salah,” tambahnya. Kalah di Mana-Mana MiG 35  MiG harus bisa meningkatkan penjualan dengan memenangkan kontrak besar. Tetapi sejauh ini penjualan terbatas hanya pada pesawat MiG-29, yang dibangun sebagian besar untuk angkatan laut Rusia dan India. Pada bulan April 2002, MiG kehilangan tender untuk pengembangan jet tempur siluman generasi kelima yang digelar Departemen Pertahanan Rusia. Tender akhirnya dimenangkan Sukhoi. MiG terus bekerja pada pesawat tempur generasi kelima, yang akan lebih ringan dari Sukhoi, tetapi Kementerian Pertahanan Rusia maupun pelanggan asing tidak menunjukkan banyak minat dalam proyek tersebut. MiG mencoba menembak pesanan besar pada tahun 2007 dengan mengenalkan pesawat ringan baru MiG-35 pada pameran AeroIndia. Pesawat ini pengembangan dari MiG-29. Bahkan secara badan sama persis. Perusahaan berharap untuk memenangkan besar kontrak di India senilai US$ 13 miliar untuk pengadaan 126 pesawat dengan MiG-35. Tetapi pada tahun 2012 India memutuskan untuk memilih Rafale Prancis meninggalkan MiG-35 tanpa pelanggan dan bahkan terjebak lama di atas kertas dan dalam pembangunan. “Kehilangan [program tempur siluman] dan kekalahan yang dialami pesawat tempur ringan baru telah menyakiti mereka,” kata Bobbi. Sysoyev dari UAC mengatakan bahwa pengembangan MiG-35 selesai tahun depan, di mana pengiriman untuk angkatan udara Rusia dapat dimulai. Namun Wakil Menteri Pertahanan Yury Borisov mengatakan pada April bahwa hanya 30 pesawat yang akan dibeli hingga tahun 2020. Dihantam Reputasi Buruk MiG-29 Jerman yang dulunya milik Jerman Timur  MiG juga dibebani dengan beberapa insiden memalukan dan pukulan lain yang memukul reputasinya. Pada tahun 2008 Aljazair merobek kontrak pembelian 15 MiG-29 yang telah disampaikan pada tahun 2006 dan 2007 karena kualitas rendah dan menuntut Rusia memberi mereka 14 sampai 16 Sukhoi Su-30 sebagai pengganti. Pembatalan kontrak senilai US$ 1,28 miliar untuk total 34 MiG, adalah pertama kalinya dialami Rusia karena kekhawatiran kualitas. Terlepas dari nasib MiG-35, analis mengatakan bahwa MiG dapat terus mendorong untuk penjualan tambahan MiG-29 dan kontrak pemeliharaan untuk pesawat MiG dalam pelayanan di seluruh dunia. Menurut Pukhov, MiG-29 adalah pesawat yang sempurna untuk angkatan laut, karena varian MiG-29K telah dikembangkan khusus untuk layanan di kapal induk yang dibangun Uni Soviet dan penerus mereka. Rusia sedang mempertimbangkan membangun kapal induk baru pada tahun 2030, dan India sedang membangun kapal induk baru yang pasti akan menggunakan MiG-29K, karena mereka menggunakan pesawat ini di kapal induk mereka yang dibangun Soviet, kata Pukhov. Tapi jika perusahaan berhasil meluncurkan proyek-proyek baru seperti MiG-35, atau bahkan pembom intercepter baru untuk menggantikan MiG-31, masa depan mereka akan lebih pasti. Tahun ini, MiG akan memberikan hanya 32 jet, dibandingkan dengan Sukhoi yang 116 pesawat, menurut IHS. Backlog pesanan Sukhoi juga jauh lebih besar, dengan kontrak sebesar US$ 7 miliar dibandingkan MiG yang hanya US$ 2,2 miliar. Sementara itu, MiG-29 yang ada dalam layanan di berbagai negara saat ini semakin tua dan di beberapa negara Eropa Timur sekarang masuk menjadi bagian dari NATO, para jet tempur tua ini nantinya akan diganti dengan jet buatan barat. “MiG memang memiliki banyak bisnis pemeliharaan dan upgrade, tetapi bahkan yang terakhir diekspor pun akan pensiun, dan mereka mengganti MiG-29 ,” kata Bobbi. “Singkatnya, MiG adalah [hidup] di waktu yang dipinjam,” pungkasnya. 

Wednesday, July 1, 2015

Ponsel Huawei Honor 4C Dibanderol Rp 2,2 Juta


http://assets.kompas.com/data/photo/2015/07/01/
Smartphone Android Huawei Honor 4c.

Ponsel Android Huawei Honor 4C resmi meluncur di pasar Indonesia, Rabu (1/7/2015). Perusahaan asal Tiongkok itu merancangnya sebagai ponsel kelas menengah dengan banderol harga Rp 2,3 juta.

“Kami merancangnya untuk pengguna dari usia 18-35 tahun. Ponsel ini sudah menggunakan prosesor octa core sehingga kinerja jadi lebih mulus. Bermain game pun tidak lag,” klaim Sales Manager Device Department Huawei Indonesia Darren, di sela peluncuran ponsel tersebut di Jakarta.

Ponsel berukuran 5 inci ini menggunakan prosesor Kirin 620 berkecepatan 1,2 GHz. Pembuatanya adalah HiSilicon, yaitu sebuah perusahaan semi konduktor milik Huawei.

Honor 4C dibekali dengan memori RAM 2 GB serta ROM 8 GB untuk media penyimpanan aplikasi. Saat ini, Honor 4C masih menggunakan sistem operasi Android 4.4 KitKat, namun menurut Darren, akan segera mendapatkan Lollipop pada September mendatang.

Selain prosesor, Honor 4C juga diklaim unggul dalam hal mengabadikan gambar. Kamera utamanya punya ketajaman 13 megapiksel serta didukung berbagai fitur, seperti ultra fast snapshot, refocus mode, dan photo audio.

Ultra fast snapshot berfungsi untuk memotret objek bergerak, refocus mode yang membuat pengguna bisa mengatur fokus setelah memotret dan photo audio untuk menyelipkan rekaman suara berdurasi 10 detik ke dalam sebuah foto.

Sedangkan di bagian depan terdapat kamera seteajam 5 megapiksel, fixed focus. Huawei menyematkan fitur tambahan berupa smart beauty agar hasil foto selalu cantik serta ultra wide selfie yang membuat area foto jadi lebih lebar dibanding selfie biasa.

Spesifikasi lainnya adalah baterai berkapasitas 2.550 mAh buatan Sony, sensor accelerometer, proximity, ambient light, dan digital compass. Untuk konektivitas terdapat Bluetooth 4.0, WiFi 802.11 b/g/n dan USB 2.0.

Sayangnya ponsel dual SIM ini belum bisa dipakai mengakses jaringan 4G LTE, hanya karena hanya mendukung 3G dan GSM saja.

Huawei bekerja sama dengan PT Datasrip untuk urusan distribusi penjualannya. Pengguna yang ingin membelinya bisa mendapatkannya di berbagai toko retail mulai 4 Juli mendatang.

"Sekarang penjualannya offline dulu. Kami sedang menyiapkan sistem, kalau sudah jadi akan mulai menjual Honor 4C secara online di honor.co.id. Penjualan online-nya mungkin sekitar Agustus," pungkas Darren.

Laptop Bezel Tertipis di Dunia Masuk Indonesia


http://assets.kompas.com/data/photo/2015/07/01/
Dell XPS 13

Resmi diperkenalkan pada ajang Consumer Electronic Show 2015 yang lalu, laptop premium buatan Dell, XPS 13 versi baru, akhirnya dijual juga di Indonesia. 

Menurut Primawan Badri, Country Manager and Director Consumer Dell Indonesia, laptop premiumnya itu memiliki kelebihan di segi layarnya. Dell XPS 13 memiliki layar dengan bezel atau bingkai layar yang sangat tipis. Dell sendiri menyebutnya sebagai infinity display.

"Dell XPS 13 merupakan yang pertama di dunia (menggunakan layar dengan bezel tipis)," klaim Primawan dalam acara peluncuran XPS 13 di Jakarta, Selasa (30/6/2015).

Meski memiliki bentang layar 13 inci, XPS 13 memiliki form factor yang lebih kecil ketimbang laptop 13 inci pada umumnya. Laptop tersebut ternyata menggunakan form factor yang biasanya digunakan di perangkat 11 inci.

"Kalau kita lihat, sizenya kecil, tapi layarnya kok bisa 13 inci? Secara form factor (XPS 13) memang untuk layar 11 inci, tetapi karena nyaris borderless, dia bisa menggunakan layar 13 inci," demikian penjelasan dari Primawan.

Ada dua jenis layar yang disiapkan oleh Dell Indonesia, yakni dengan teknologi sentuhan dan layar biasa. Pilihan layar sentuh XPS 13 memiliki resolusi QHD+ (3.200 x 1.800 piksel). Sementara, layar biasa menggunakan resolusi Full HD (1.920 x 1.080 piksel).

Dari segi spesifikasi, Dell XPS 13 dijual dengan dua pilihan prosesor, yakni Intel Core i5 dan Core i7 generasi kelima, RAM 4 GB atau 4 GB, media penyimpanan SSD berkapasitas 256 GB atau 512 GB, dan baterai yang diklaim bisa menghidupkan perangkat hingga 15 jam.

Dell XPS 13 sendiri sudah dijual di Indonesia dengan harga mulai dari Rp 19.149.000.


Kalahkan Paraguay, Argentina Ulangi Final 1955


http://assets.kompas.com/data/photo/2015/07/01/

Argentina lolos ke final Copa America 2015 seusai menang 6-1 atas Paraguay di Stadion Municipal de Concepcion, Concepcion, Selasa waktu setempat atau Rabu (1/7/2015) pagi WIB.

Kemenangan ini membawa Argentina menantang tuan rumah Cile pada laga final nanti. Sebelumnya, Cile melangkah ke final setelah menyingkirkan Peru.

Tampil dengan susunan pemain terbaik, Argentina langsung melancarkan serangan ke daerah pertahanan Paraguay. Gol pembuka langsung tercipta saat laga berjalan 15 menit. Dari umpan tendangan bebas Lionel Messi, bola liar lantas disambut Marcos Rojo untuk membobol gawang Justo Villar.

Setelah unggul, Argentina tidak mengendurkan serangan. Sementara itu, Paraguay justru gagal menampilkan permainan terbaik, tidak seperti saat menaklukkan Brasil pada laga perempat final.

Memasuki menit ke-27, Argentina sukses menggandakan skor. Lagi-lagi, Messi berperan dalam proses terciptanya gol bagi Argentina. Umpan Messi kali ini diteruskan Javier Pastore menjadi gol kedua Argentina.

Tertinggal dua gol, Paraguay akhirnya mendapat gol untuk memperkecil skor. Dari sebuah kesalahan di lini belakang Argentina, sebuah tendangan keras kaki kiri Lucas Barrios bersarang di pojok gawang Sergio Romero. Pertandingan babak pertama berakhir 2-1 untuk keunggulan Argentina.

Pada babak kedua, Argentina langsung menggebrak pertahanan lawan. Tak tanggung-tanggung, pasukan Gerardo Martino menambah dua gol hanya delapan menit setelah babak kedua berjalan.

Pada menit ke-47, tembakan mendarat Angel di Maria mengoyak jala Villar untuk ketiga kalinya. Enam menit kemudian, Di Maria kembali membobol gawang Paraguay seusai memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Pastore.

Sergio Aguero tak mau ketinggalan mencetak gol. Memasuki menit ke-80, Aguero berhasil memperbesar skor melalui sundulan setelah menerima umpan silang Di Maria.

Setelah mencetak gol, Aguero langsung ditarik keluar dan digantikan Gonzalo Higuain. Keberuntungan kali ini berpihak kepada Higuain. Baru dua menit masuk ke lapangan, Higuain sudah mencetak gol untuk Argentina sekaligus menggenapkan skor menjadi 6-1.

Keunggulan 6-1 Argentina atas Paraguay bertahan hingga peluit tanda akhir pertandingan berbunyi. Argentina pun mengulang nostalgia final Copa America 1955 saat kembali bertemu Cile, yang secara kebetulan juga menjadi tuan rumah.

Laga final edisi tahun ini akan berlangsung di Stadion Nacional, Santiago, Sabtu waktu setempat atau Minggu (5/7/2015) dini hari WIB. Adapun sehari sebelumnya akan dihelat laga perebutan tempat ketiga antara Peru menghadapi Paraguay di Concepcion.

Susunan pemain

Argentina: 1-Sergio Romero; 4-Pablo Zabaleta, 15-Martin Demichelis, 17-Nicolas Otamendi, 16-Marcos Rojo; 6-Lucas Biglia, 14-Javier Mascherano (5-Fernando Gago 77); 7-Angel di Maria, 21-Javier Pastore (19-Ever Banega 73), 10-Lionel Messi; 11-Sergio Aguero (9-Gonzalo Higuain 81)

Pelatih: Gerardo Martino

Paraguay: 1-Justo Villar; 5-Bruno Valdez, 14-Paulo da Silva, 4-Pablo Aguilar, 2-Ivan Piris; 10-Derlis Gonzalez (7-Raul Bobadilla 27), 15-Victor Caceres, 13-Richard Ortiz, 11-Edgar Benitez; 18-Nelson Haedo Valdez (21-Oscar Romero 56), 9-Roque Santa Cruz (8-Lucas Barrios 30)

Pelatih: Ramon Diaz

Wasit: Sandro Ricci (Brasil)

Tuesday, June 30, 2015

Ini 121 Nama Penumpang Pesawat Hercules yang Jatuh di Medan


Ini 121 Nama Penumpang Pesawat Hercules yang Jatuh di Medan
Suasana di Posko DVI RS Adam Malik (Hasan/detikFoto)

Daftar pasti manifes penumpang pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Medan, Sumatera Utara, masih simpang siur. Namun data terakhir yang diperoleh detikcom, menyebut jumlah keseluruhan penumpang berjumlah 121 orang.

Berdasarkan sumber detikcom di TNI AU, Selasa (30/6/2015), total ada 121 penumpang dalam pesawat Hercules yang jatuh siang tadi di Medan. Termasuk di dalamnya 12 kru pesawat.

Dalam data itu, diketahui bahwa ada penumpang yang terbang sejak dari Malang, ada yang dari Lanud Halim Perdana Kusumah, Jakarta, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, dan Land Soewondo, Medan. 

Berikut daftar nama 121 penumpang berdasarkan informasi detikcom: 

1. Lettu Tek Rachmad Samdany
2. Serka Kaliman
3. Serka Sutrisno
4. Serka Aang Subarya
5. Serda Syamsir Wanto
6. Peltu Purn Mulyono
7. Arifin
8. Rusti
9. Nurhaliza (Kelg. Skad 31)
10. Halimah (Kelg. Kapten Tek Ravin)
11. Letda Kal Bayu Perdana
12. Letda Kal Agus Sriyadi
13. Wiliam Habijary
14. Junita
15. Wildan
16. Armiyanti
17. Lenardo
18. Revaldo
19. Messiliano
20. Seda Agung
21. Anjar Dea
22. Serka Lutfi
23. Serda Joko
24. Serda Nofik
25. Serda Sri Febri
26. Ny Sufiyah
27. AA. Perdia
28. Sanda (14 tahun).
29. Edi
30. Bhakti Nugraheni
31. Ananda Putri
32. Sertu Irianto Sili
33. Serda Sugianto
34. Kopda Mujiman
35. Kopda Saryanto
36. Kopda Endra W
37. Kopda Eria Ageng
38. Pratu Sepridoni
39. Pratu Warsianto
40. Pratu Rudi Haryono
41. Pratu Ardianto Wibowo
42. Azura
43. Arjuna
44. Azifra
45. Muklis
46. Siti Halimah
47. Intan Mai
48. Sahrul
49. Nahya Syifa
50. Musyawir
51. Urai Sri Ramdania
52. Karminto
53. Alvin Syahroni
54. Sari'ah
55. Lusianti Pane
56. Basmi
57. Rosmiyanti
58. Ervina Agnes Rumembie
59. Selvi Martiana
60. Bobi Chandra
61. Anggi
62. M. Nasir
63. Sugiono
64. Roslinawati
65. Akto Darmizon
66. Robianto
67. Defri
68. Wahyu Rezqi Fitria
69. Anand Andhika
70. Rezky Budy Prakasa
71. Renaldi
72. Wan Despita
73. Serda Ainul Abidin
74. Tri Astuti Indah Sari
75. Rizki Putri Rammadhani
76. M Arif Wicaksono
77. Rully Y.S
78. Riani S
79. Ny. Atiah Rustianti
80. Arika (anak)
81. Melita
82. Jufan (anak)
83. Serda Ando Danoy P
84. Ester Yosepine S
85. Rita Yuniata S
86. Risma Purba
87. Ny. Heriati
88. Monang Saut Situmorang
89. Jariman Sinurat
90. Sautan Sinurat
91. Frislin Sitanggang
92. Ivan Ganda Tua Situmorang
93. Inriana Siahaan
94. Novita Sari
95. Jonatan
96. Irma Anggraini
97. Sahat Matua Sinaga
98. Rasiah Purba
99. Elrine N. Sinaga
100. Like Simbolon
101. Agus Salim
102. T.BR Hutagaol
103. Eka Purnama Sari
104. Ny. Yuliani Verawati
105. Ibu Tiarlin Sinaga
106. Lettu Cpn Hery Saputro
107. Pelda Warsito
108. May Adelina Tobing
109. Murmala L. Sidayung

Kru:
101. Kapten Pnb Sandy Permana
101. Lettu Pnb Pandu Setiawan
112. Letda Pnb Dian Sukma P
113. Kapten Nav Riri Setiawan
114. Serma Bambang H
115. Peltu Ibnu Kohar
116. Pelda Andik S
117. Pelda Parijo
118. Peltu Ngateman
119. Peltu Yahya Komari
120. Pelda Agus P
121. Prada Alvian

Sementara Kadispen TNI AU, Marsma Dwi Badarmanto menyampaikan, ada 122 penumpang dan kru dalam pesawat Hercules yang jatuh di Medan. "Info terbaru ada 122 penumpang dan kru pesawat," ujar Dwi, saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2015), malam.

source:detiknews

Diduga, Pesawat Hercules Jatuh karena Kerusakan Mesin

http://assets.kompas.com/data/photo/2015/06/30/
Badan pesawat Hercules C-130 TNI AU yang jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, 30 Juni 2015. Pesawat itu jatuh dua menit setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Soewondo pada pukul 12.08 WIB ketika hendak menuju Tanjung Pinang.
Pesawat Hercules tipe C-130 yang jatuh di kawasan pemukiman di Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6/2015), diduga mengalami kerusakan mesin. 

Dugaan itu diperoleh berdasarkan permintaan pilot untuk kembali ke pangkalan (return to base) beberapa saat setelah lepas landas atau take off dari Lanud Soewondo, Medan.

"Pilot minta kembali, pasti ada sesuatu kerusakan. Namun, pada saat handle kembali, ternyata tidak mampu, hingga terjadi kecelakaan," kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriyatna, seperti dikutip Tribunnews di Medan, Selasa.
Meski begitu, ia mengatakan, ini baru dugaan. Penyebab jatuhnya pesawat baru bisa dipastikan setelah pemeriksaan lebih lanjut.
"Saya belum bisa mengonfirmasi kepada mereka-mereka (pihak yang terlibat). Namun, biasanya, bisa kerusakan di salah satu mesin atau (perangkat) hidrolik," kata dia.
Pesawat itu jatuh menimpa permukiman warga di Jalan Jamin Ginting. Hingga pukul 21.00, Rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik telah menerima 74 kantong jenazah.
Pesawat dengan nomor lambung A-1310 itu membawa 101 penumpang dan 12 awak pesawat.